ATAS KUASA-NYA KITA WAJIB BERSYUKUR

 “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu-pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur. (An-Nahl—78)”.

 Allah menjadikan manusia tidak sekali jadi dan sempurna, ia berangkat dari ketidaktahuan apa-apa. Kita dikeluarkan dari perut ibu kita dalam keadaan bayi kecil yang tidak mengerti apa-apa kecuali menangis, ngompol dan buang air besar. Disaat seperti ini kita sangat-sangat tergantung pada dunia luar. Ketika kita hendak minum, kita menangis sejadi-jadinya meminta pertolongan dunia luar untuk bisa membantu kita memberikan air minum. Begitu pula ketika kita hendak minta makan. Kita meronta teriak dan nangis memohon bantuan orang untuk memberikan kita air susu. Dan ketika kita tidak betah dengan kotoran yang menempel di bagian pantat kita, kita merengek minta bantuan untuk ada orang yang membersihkannya. Disaat seperti ini kita tidak punya daya, kekuatan dan energy apa-apa untuk bisa hidup seperti orang yang sempurna.

Bayi kecil adalah manusia yang sedang hendak tumbuh menjadi manusia kecil atau anak-anak. Butuh pertolongan dan bimbingan dari dunia sekitarnya, khususnya dari kedua ibu-bapaknya. Anak seusia ini rentan dengan pengaruh-pengaruh dunia luar. Dia tidak mengerti apa-apa. Apa yang dia lihat adalah apa yang akan dia lakukan dan dia coba. Bila pengaruh buruk yang sering dia lihat dan dia alami, maka perkembangan selanjutnya, anak ini akan bersikap seperti apa yang sering dia lihat dan dia alami sebelumnya. Maka dari itu, bimbingan dan nasehat pengetahuan sangatlah penting untuk selalu diberikan kepadanya.

Ketika bayi lahir dalam beberapa bulan, ia tidak serta merta melihat dan sangat jelas mampu memanfaatkan penglihatannya. Bilapun ia dapat melihat, namun tidak serta merta ia bisa mengerti dan memahami apa yang dilihatnya itu. Ia bisa melihat seekor kerbau di tanah pesawahan, namun tidak lantas kemudia ia mengerti dan memahami bahwa yang ia lihat itu adalah seekor kerbau. Ia melihat ibu-bapaknya ketika ia bangun tidur di tengah malam waktu ia minta air susu, namun tidak sekaligus pula ia mengetahui, mengerti bahkan memahami bahwa yang ia lihat itu adalah ibu-bapaknya. Lalu ketika ia melihat mainan yang dibelikan kedua orang tuanya, ia tidak lantas senang telah dibelikan sesuatu dari sebuah kasih saying yang telah diekspresikan oleh kedua orang tuanya. Ia diam-diam saja bahkan kadang ia menangis takut karena yang ia lihat adalah barang yang ia tidak sukai dan malah ia takuti. Penglihatan seorang bayi masih sebatas penglihatan semata, tidak lalu bisa berhubungan dengan daya nalarnya yang belum sempurna. Daya nalarnya terbatas bahkan mungkin belum berjalan.

Begitu pula bayi kecil yang baru saja dilahirkan oleh seorang ibu, tidak serta merta mampu mendengar segala sesuatu yang ada di sekelilingnya untuk bisa ia dengar. Ia butuh waktu dan bimbingan pula untuk mendengar sesuatu disampingnya. Bentakan, suara gaduh yang terlalu keras ia dengan ia akan menangis sejadi-jadinya karena ia merasa kaget atau belum bisa menerima kekuatan suara yang ada disekelilingnya. Maka tidak jarang kalau seorang ibu suka melarang kakak-kakaknya untuk terlalu gaduh disamping seorang bayi kecil. Daya pendengaran diberikan Allah lambat bertahap menurut kadar kekuatan dan kstabilan jiwa dan fisik seorang bayi. Begitu pula Allah akan memberikan kekuatan nalar bagi seseorang tergantung pada kekuatan dan keseimbangan anggota tubuh dan jiwanya. Semakin usia bertambah dan semakin dilatih fungsi-fungsi tubuhnya, maka seseorang akan semakin cerdas mengerti, memahami dan menalar sesuatu yang terjadi disekelilingnya.

Begitu pula Allah tidak sedikit memberikan kepada seseorang alat-alat panca indera yang tidak berfungsi bagi orang tersebut. Kita sering melihat orang yang tidak bisa melihat alias buta. Kita tidak jarang melihat seseorang yang tidak mampu mendengar alias tuli. Dan banyak lagi orang-orang yang memiliki panca indera lainnya yang juga sama tidak berfungsi. Ini adalah sebuah tanda dari Kekuasaan Allah terhadap makhluknya. Allah berhak dan mempunyai kuasa penuh untuk memberikan dan memberhentikan apa yang Dia mau terhadap makhluknya. Allah kuasa memberikan seseorang untuk menjadi seorang kaya raya dengan mendadak. Begitu pula Allah sangat berkuasa untuk menjatuhmiskinkan seseorang dengan seketika pula. Tidak ada yang tidak mungkin dalam kuasa Allah. Allah berhak atas segala apapun di jagat raya ini. Bila demikian nyatanya, maka manusia sebagai makhluk Allah yang sadar dan faham betul atas kekuasaan itu, tidak perlu bingung dan ambil bagian dalam kekuasaan itu. Manusia hanya perlu merenungi tentang kejadiannya, memahami dengan sekuat daya nalar dan daya fikirnya bahwa manusia berangkat dari seorang bayi kecil yang tidak tahu, tidak mengerti dan tidak faham segala sesuatu dan akhirnya dia tumbuh berkembang, mengetahui sesuatu, memahami keadaan sekelilingnya dan bahkan mampu menikmati apa yang telah dia milikinya sekarang ini. Semua itu berangkat dari sesuatu Yang Maha Kuat, dari zat Yang Maha Dahsyat, dari Allah swt. Lantas apa yang mesti manusia lakukan bila hal itu ternyata bermula dari zat Yang Maha Agung, dari zat Yang Maha Adil dan dari zat Yang Maha Kasih? Manusia wajib dan sangat mutlak untuk menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga. Ia diberi penglihatan yang sempurna, diberi pendengaran yang jelas, diberikan nalar dan fikiran yang utuh dan seimbang, rasa syukur yang tak terhingga itulah yang perlu diberikan manusia kepada Allah. Bila atas semua yang telah Allah berikan kepada kita ini, lantas kita tidak mampu bersyukur dan berterima kasih kepada Sang Maha Pemberi, maka betapa hinanya kita dihadapan Allah dan semua makhluk yang berakal. Diberi tapi tidak pernah mengucapkan terima kasih. Di kasih sayang tapi tidak membalasnya dengan syukuran. Dilindungi tapi malah meninggalkan-Nya, na’udzubillah…tegasnya, manusia wajib bersyukur atas kuasa-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s