ILMU

ILMU

Oleh : Wawan Kurniawan, M.Ag

 “Allah swt, memberikan ilmu kepada orang yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mendapat ilmu pengetahuan itu, sesungguhnya dia telah mendapat kebajikan yang banyak. Tiadalah orang yang mendapat peringatan melainkan orang-orang yang berakal. (Al-Baqarah ayat 269)

Apa gerangan ilmu itu? banyak orang jauh-jauh dari kampung halamannya pergi ke daerah orang hanya untuk mencari ilmu. Banyak orang menghabiskan perbekalannya hanya untuk menambah ilmu. Meninggalkan kedua orang tua dan sanak famili hanya demi ilmu. Ilmu dikejar walau sampai kenegeri Cina (Sabda Rasulullah) adalah tanda pentingnnya ilmu untuk dimiliki oleh setiap orang. Untuk menembus dunia, hanya dapat diraih dengan ilmu. Untuk memperoleh akhirat, hanya dengan ilmu pula. Dan untuk mengambil kedua-duanya, tiada lain hanyalah dengan ilmu—petunjuk Rasulullah pula. Begitu pentingnya ilmu bagi setiap orang hingga Allah mencatatnya dalam Al-Qur’an.

Ilmu tidak datang dengan sendirinya. Ilmu hendaklah dikejar dan dicari. Walau dikejar dan dicaripun tidak serta merta ilmu itu akan datang menghampiri. Ada rahasia di balik ilmu. Dalam sebuah doa—Allahuma jidniy ilman warzuqniy fahman—menunjukkan sebuah permintaan untuk ditambahkan ilmu dan diberikan pemahaman laksana sebuah rezeki. Tidak cukup hanya ilmu namun juga pemahamannya.

Allah akan memberikan ilmu kepada orang yang dikehendaki-Nya. Pernyataan—kepada orang yang dikehendaki-Nya—memberikan makna tidak kepada setiap orang namun hanya kepada orang tertentu saja. Pertanyaan selanjutnya lalu kepada siapa? Hal ini perlu direnungkan dan dipikirkan agar tidak salah dalam mencari ilmu. Memberikan ilmu kepada orang yang dikehendaki-Nya menandai on going prosess—berjalan menurut prosesnya. Seberapa sabar dan tawekal orang yang sedang mencari ilmu itu serta seberapa kuatnya ia memohon kepada Allah untuk diberikan petunjuk dan ilmunya. Ilmu bersumber dari Allah, Dia-lah pemilik tunggal. Ilmu mesti diminta dengan penuh khusyu’ dan tekun menjalaninya. Allah akan memeberikan ilmu kepada orang yang tepat untuk diberikan. Agar ilmu itu berkah dan memberikan manfaat banyak bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Orang yang telah mendapatkan ilmu dari Allah berarti ia telah mendapatkan kebaikan yang banyak—Allah telah mempercayainya untuk memikul tanggung jawab itu. orang tersebut telah teridentifikasi sebagai tauladan—lebih tinggi derajatnya dari manusia lainnya. Ketinggian wawasan pengetahuan karena ilmunya melekat pada dirinya dampak dan tanggung jawab sebagai resikonya. Orang berilmu akan dimintai pertangung jawaban kelak di akhirat atas ilmunya. Apa yang telah diperbuat dengan ilmunya itu. bagaimana dampak terhadap diri, keluarga, tetangga dan masyarakat secara keseluruhan dari ilmu yang dimilikinya itu. sebab tidak sedikit orang berilmu namun tidak bermanfaat bagi orang lain. Tidak jarang orang yang berilmu malah menipu dan membodohi para tetangga dan masyarakatnya. Tidak sedikit pula orang yang berilmu terjerumus dengan ketinggian ilmunya itu—ilmu laksana pedang, bila tidak diasah dan digunakan semestinya ia akan mengiris dan menguliti dirinya sendiri.

Tidak akan ada orang yang mendapatkan peringatan Allah (petunjuk) kecuali orang-orang yang berakal (berilmu). Sebuah pernyataan yang tegas dari Allah hanya orang-orang yang berakal yang akan mendapatkan ilmu-Nya. Hal ini bisa bermakna bahwa hanya orang yang mau menggunakan akalnya untuk berpikir. Allah telah menganugerahkan kepada manusia akal tiada lain untuk dipergunakan sebagai alat berfikir. Dan bila akal tidak digunakan untuk berpikir maka otomatis Allahpun tidak akan menganugerahi ilmu kepadanya. Akal untuk mendapatkan ilmu, dan ilmu bagi manusia-manusia berakal adalah putaran kesinambungan yang tidak akan putus. Akal, doa dan ilmu berpangkal dari Tuhan dan Tuhan akan mengembalikannya kembali ilmu melalui ketabahan doa bagi manusia berakal. Wallahu ‘alam bisshawwab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s