Filsafat Kenabian

0

Filsafat Kenabian

Iklan

SEPUTAR METODE ISTIQRA’

0

SEPUTAR METODE ISTIQRA’

 

  1. A.      Pengertian Istiqra’

Istiqra’ secara etimologi berarti pengikutsertan, terus-menerus (at-tatabu’).[1] Dalam istilah populer, istiqra’ disebut juga dengan Induksi (kebalikan dari deduksi) yaitu sebuah metode pemikiran yang bertolak dari suatu kekhususan menuju pada yang umum, kadang-kadang juga bertolak dari yang kurang umum menuju pada yang lebih umum.[2]

Dalam istilah ilmu hukum Islam, istiqra’ (induksi) adalah sebuah metode pengambilan kesimpulan umum yang dihasilkan oleh fakta-fakta khusus yang digunakan oleh ahli-ahli Fiqh untuk menetapkan suatu hukum,[3] metode ini tertuang dalam Usul Fiqih[4] dan Qowaid Al-Fiqhiyah[5] yang pernah diapliasikan oleh Imam Asy-Syafi’i dalam menentukan waktu lamanya menstruasi bagi wanita.[6]

Menurut ahli mantiq, istiqra’ adalah menarik kesimpulan umum berdasarkan karakterisik satuan-satuannya.[7] Definisi yang serupa dikemukakan oleh Ibnu Sina (w. 428 H/1037 M) dengan menambahkan, jika kesimpulan itu didasarkan atas kesamaan karakteristik semua satuannya disebut Istiqra’ tamm (induksi sempurna) dan jika didasarkan atas kesamaan karakteristik mayoritas satuannya disebut Istiqra’ Masyhur atau Istiqra’ Naqis (induksi tidak sempurna).[8] Baca lebih lanjut